"I were born because I am going be important to someone"

Monday, 16 April 2012

Krisis Wilayah Sudeten, Cekoslovakia 1918-1938


 Setelah berakhirnya Perang Dunia I pada tahun 1918 yang mengakibatkan hancurnya kerajaan Austria-Hongaria Jerman mulai melakukan perluasan wilayah ke daerah Ceko. Sekitar tiga juta etnis Jerman tinggal di Ceko dan membuat negara baru bernama Cekoslovakia. Kala itu mereka banyak bermukim di daerah Bohemia dan daerah Sudeten.
Sejak abad 12 Jerman telah menjadi bagian dari sejarah Cekoslovakia. Ini ditunjukan dengan banyaknya etnis Jerman yang menduduki daerah Sudeten. Etnis Jerman yang menduduki wilayah ini disebut oleh masyarakat Cekoslovakia dengan nama Sudeten Jerman setelah Prang Dunia I. Etnis Jerman ini banyak melakukan tindakan oposisi melawan pemerintahan Cekoslovakia yang mengakibatkan pertumpahan darah dari warga Jerman dan Ceko. Salah satu tindakan oposisinya adalah dengan berupaya membentuk daerah etnis Jerman yang bernama Deutschboehmen yang terletak di Bohemia Utara. Tidak hanya di Bohemia Utara, Sudeten Jerman juga berusaha membentuk wilayah etnis Jerman sendiri di daerah Bohemia Selatan dan Moravia Selatan.

Pada tanggal 18 Oktober 1918 Republik Cekoslovakia resmi di proklamasikan oleh Thomas Garrigue Masaryk di Praha (Bergeron, 1968). Sepuluh hari kemudian tepatnya tanggal 28 Oktober 1918 Masaryk memproklamirkan kemerdekaan Cekoslovakia di Praha. Thomas Garrigue Masaryk terpilih sebagai presiden Cekoslovakia, Karel Kramar sebagai perdanan menteri dan Edward Benes sebagai menteri luar negeri (Bergeron, 1968). Ketika kemerdekaan Cekoslovakia baru diproklamasikan etnis Ceko dan Slovak menduduki hampir sepertiga dari populasi di negara itu. Etnis Jerman menduduki posisi kedua dengan jumlah hampir 3 juta jiwa, Hungaria dengan 700 ribu jiwa, dan etnis Ruthenia dengan 350 ribu jiwa (Bergeron, 1968).

Tahun 1919 provinsi Bohemia, Moravia, dan Sudeten-Silesia bergabung menjadi Deutsche Sozialdemokratische Arbeiterpartei (Partai Pekerja Sosial Demokratis Jerman). Josef Seliger merupakan pemimpin pertama partai ini dan dilanjutkan Ludwig Czech pada tahun 1920.
Pada tahun 1931 para masyarakat Sudeten Jerman membentuk sebuah partai yang bernama Sudeten Germans Peoples Party yang dipimpin oleh Konrad Henlein.2 Ini dilakukan untuk mempermudah Jerman dalam mengontrol daerah Sudeten. Partai ini jelas mendapat dukungan yang besar dari penduduk etnis Jerman di Cekoslovakia, sebaliknya pemerintah Cekoslovakia tidak mengakui adanya partai ini. Ada beberapa alasan kenapa pemerintah Cekoslovakia tidak tidak senang dengan keberadaan partai ini, salah satunya karena di daerah Sudeten terdapat sumber daya alam berupa batubara. Selain itu daerah Sudeten merupakan daerah penting yang langsung berbatasan dengan Jerman.

Pada tahun 1936 Jaksch, Hans Schütz (Partai Kristen Sosial Jerman), dan Gustav Hacker dari Bund der Landwirte (Federasi Petani) bergabung dan membentuk Jungaktivisten (Aktivis Muda). Mereka meminta pemerintah Cekoslovakia untuk menahan serangan-serangan dari Nazi baik dari luar maupun dari dalam. Selaras dengan pihak Cekoslovakia yang ingin bertahan, melawan pengaruh-pengaruh Jerman, Hitler selalu mendukung partai yang telah dibentuk Konrad Henlein di daerah Sudeten.

Pada tahun 1938 Hitler berencana untuk melakukan perluasan wilayah ke Cekoslovakia. Dia juga memerintahkan Henlein dan para pengikutnya untuk membuat kerusuhan yang bertujuan menunjukan kepada dunia bahwa pemerintah Cekoslovakia tidak mampu menciptakan ketertiban di negaranya. Namun rencana Hitler ini tidaklah mudah karena tentara Cekoslovakia yang kuat.
Selain tentara Cekoslovakia yang cukup kuat, keputusan Prancis untuk membantu Cekoslovakia juag menjadi kendala Jerman dalam melakukan misinya. Uni Soviet juga menawarkan bantuan kepada Cekoslovakia namun bantuan dari kurang maksimal karena kondisi Uni Soviet yang sedang kacau. Sementara itu, Inggris di bawah pimpinan Neville Chamberlain memilih bernegosiasi dengan Hitler tentang krisis Sudeten. Chamberlain mengetahui bahwa posisi Cekoslovakia saat itu sebagai negara yang terkurung.

Selama 60 hari serangan Jerman ke Cekoslovakia hampir satu juta korban tewas, oleh sebab itu Chamberlain berhasrat untuk melakukan perundingan damai dengan Hitler. Tidak seorang pun yang berani bernegosiasi dengan Hitler kecuali Chamberlain. Perundingan damai berhasil dimulai pada awal September 1938.

Perundingan pertama dilaksanakan di Bertesgaden, Jerman bagian utara. Pada perundingan pertama ini Hitler menuntut untuk menguasai wilayah Sudeten. Tanpa perundingan dengan pihak Cekoslovakia, Chamberlain menyutujui permintaan Hitler atas dasar bahwa lebih dari 50% wilayah Sudeten berada Jerman. Atas permintaan Chamberlain, Cekoslovakia dan Prancis menyutujui kebijakan ini.
Perundingan selanjutnya dilaksanakan di Bad Godesberg. Pada perundingan ini Hitler meminta untuk menduduki secara penuh wilayah Sudeten. Dia juga menuntut agar etnis Polandia dan Magyar kembali ke Polandia dan Hungaria. Permintaan Hitler terlalu berlebihan menyebabkan permintaan tersebut ditolak oleh Inggris dan Prancis.

Perundingan ketiga dari krisis yang ada di Cekoslovakia dilaksanakan di Munich, Jerman pada tanggal 29 September 1938. Pertemuan inilah yang kemudian dikenal sebagai Kesepakatan Munich. Pada pertemuan ini ada empat negara yang hadir yaitu Jerman, Inggris, Prancis dan Italia. Perundingan ini tidak dihadiri oleh pihak Cekoslovakia maupun Uni Soviet. Hasil perundingan ini memastikan bahwa wilayah Sudeten harus segera diserahkan kepada Jerman, jika tidak maka Cekoslovakia akan melawan kukuatan Jerman sendiri.
Menurut jurnal (Text of Munich Agreement: Between Germany, Great Britain, France, and Italy, Concluded in Munich on September 29, 1938, 1938) ada beberapa hasil dari pertemuan di Munich diantaranya,
1. Para pasukan Cekoslovakia mulai meninggalkan daerah Sudeten mulai tanggal 1 Oktober 1938. 
2. Prancis, Inggris dan Italia menyutujui bahwa pengosongan wilayah selasai dalam jangka sepuluh hari.
3. Pengaturan pengosongan akan dibicarakan secara mendalam di komisi internasional yang terdiri dari perwakilan Jerman, Inggris, Prancis, Italia dan Cekoslovakia. 

Setelah perundingan di Munich ini, Cekoslovakia dijadikan wilayah kekuasaan Nazi. Wilayah ini dikenal sebagai wilayah Protektoriat Bohemia dan Moravia. Penguasaan Jerman ini berlangsung hingga tahun 1944, ketika Perang Dunia II mulai bergejolak dan Hitler berhasil dikalahkan oleh Stalin.

Daftar Pustaka
Bergeron, G. (1968). 1918: Czechoslovakia: 1968. International Journal , 33, 820-835. 
Boucek, J. A. (1975). Post Munich Czechoslovakia: A Few Historical Notes. Canadian Slavonic Papers / Revue Canadienne des Slavistes , 17, 44-64. 
H., S. A. (1938). Czechoslovakia and Great-Germany. Bulletin of International News , 7, 3-12. 
H., S. A. (1937). The German Minority in Czechoslovakia. Bulletin of International News , 13, 3- 13. 
Henlein, K. (1936, July-Agustus). The German Minority in Czechoslovakia. International Affairs (Royal Institute of International Affairs 1931-1939) , 561-572. 
L., H. (1938). Sudeten German Claims in Czechoslovakia. Bulletin of International News , 15, 3. 
Seton-Watson, R. W. (1938). The German Minority in Czechoslovakia. Foreign Affairs , 16, 651- 666. 
Text of Munich Agreement: Between Germany, Great Britain, France, and Italy, Concluded in Munich on September 29, 1938. (1938). World Affairs , 101, 249-251. 
The German-Czechoslovak Crisis. (1938). Bulletin of International News , 15, 3-13. 
The Czech Crisis of 1938, http://www.historylearningsite.co.uk/czechoslovakia_1938.htm. Diakses pada 17 Februari 2012 pk. 13.15 
Wall, D. D. (1976). The Confessing Church and Hitler's Foreign Policy: The Czechoslovakian Crisis of 1938. Journal of the American Academy of Religion , 44, 423-438.
1918 - 1938: The rise and fall of interwar Czechoslovakia, http://www.arts.gla.ac.uk/Slavonic/Czech_Hist11.html. Diakses 27 Februari 2012 pk. 13.07


Note: Teks diatas merupakan salah satu tugas Mata Kuliah Eropa Timur di Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia pada tahun 2012

No comments:

Post a Comment